Melanjutkan
Kehidupan Islam
.....ثم تكون خلافة على منهاج النبوة

Dalam Negerinews

UIY Soroti Lima Faktor Penentu Keberlangsungan Negara

Menanggapi konten Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid terkait potensi bubarnya Indonesia, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyebut keberlangsungan suatu negara bergantung pada kekuatan ideologi, sistem yang mengatur kehidupan, kepemimpinan, kondisi rakyat, serta kekuatan aparat penjaga negara. “Apakah negara ini akan terus berlanjut atau tidak, tentu sangat bergantung kepada…

Redaksi · · 3 menit baca

UIY Soroti Lima Faktor Penentu Keberlangsungan NegaraUIY Soroti Lima

Menanggapi konten Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid terkait potensi bubarnya Indonesia, Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyebut keberlangsungan suatu negara bergantung pada kekuatan ideologi, sistem yang mengatur kehidupan, kepemimpinan, kondisi rakyat, serta kekuatan aparat penjaga negara.

“Apakah negara ini akan terus berlanjut atau tidak, tentu sangat bergantung kepada faktor-faktor yang membuat mereka itu bisa bertahan,” tegasnya dalam Ngeri, Prof. Ryaas Rasyid: Indonesia Terancam Bubar? di kanal YouTube UIY Official, Selasa (15/9/2026).

Faktor tersebut, lanjut UIY, meliputi ideologi atau ikatan yang menyatukan masyarakat, sistem yang mengatur kehidupan, kepemimpinan, kondisi rakyat, serta keberadaan aparat yang bertugas menjaga negara.

“Yang pertama dan utama itu adalah sesuatu yang mengikat negara itu. Orang sering bilang sebagai ideologi. Dalam ideologi itu ada visi-misi, ada kesepahaman tentang mengapa mereka harus punya negara, untuk apa tujuannya dan sebagainya,” jelas UIY.

Menurutnya, keberlangsungan negara juga dipengaruhi oleh sistem yang diterapkan dan kualitas pemerintahan. Sistem tersebut, kata dia, harus mampu membawa negara berkembang ke arah yang lebih baik, sementara pemimpin dituntut menjalankan pemerintahan dengan baik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

“Apakah sistem itu membuat mereka menjadi lebih baik atau cukup sebaliknya. Kemudian pemerintahan, di situ ada pemimpin. Apakah pemimpinnya memimpin dengan baik sehingga kepercayaan terus tumbuh, ataukah justru sebaliknya,” ujarnya.

UIY juga menyoroti kondisi masyarakat yang menurutnya menjadi salah satu indikator penting dalam melihat ketahanan sebuah negara. Ia menyebut meningkatnya ketidakpuasan, melemahnya solidaritas sosial, serta kesenjangan antara kehidupan masyarakat dan elite dapat menjadi persoalan yang memengaruhi stabilitas nasional.

“Ketidakpuasan itu menyimpulkan apa yang tadi disebut solidaritas sosial itu melemah. Kemudian kemewahan elite, kita bisa melihat pejabat-pejabat yang semakin kaya, korupsinya makin besar, sementara sekian banyak orang itu tak mendapatkan atau kesulitan mendapatkan sedikit uang setiap hari,” katanya.

Ia kemudian mengutip pemikiran Ibnu Khaldun mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kekuatan dan keberlangsungan sebuah negara. Menurut UIY, sejumlah gejala yang dikemukakan dalam pemikiran tersebut dinilai mulai terlihat dalam kondisi Indonesia saat ini.

“Kalau menggunakan tolok ukur Ibnu Khaldun yang tadi disebut, tanda-tanda itu sudah semakin nyata di negeri kita,” jelasnya.

Solusi Islam

Di sisi lain, UIY menyampaikan pandangan bahwa penerapan syariat Islam dan kepemimpinan yang amanah dapat menjadi solusi terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, kepemimpinan yang amanah akan menekan kemewahan elite, mencegah tindakan represif dan kezaliman, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

“Syariat itu yang akan membuat distribusi, ini persoalan ekonomi yang paling dasar, akan berjalan dengan baik, sedemikian sehingga rakyat akan tercukupi sandang, papan, pangan, kebutuhan-kebutuhan asasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, terpenuhinya kebutuhan masyarakat dan adanya sistem yang sesuai dengan nilai syariat dapat mendorong dukungan rakyat serta memperkuat solidaritas sosial.

“Ketika itu terjadi, ketika itu bisa diwujudkan, maka rakyat akan merasa bahwa inilah tatanan kehidupan yang baik, sedemikian sehingga akhirnya mereka akan memberikan dukungan,” pungkasnya.[] Ikbal

Sumber: [](https://media-umat.com)

Komentar

Memuat komentar…

Tulis komentar

Email tidak ditampilkan. Komentar dimoderasi (SLA 2×12 jam). Dengan mengirim, Anda menyetujui Pedoman Pemberitaan.

Membalas

Menunggu moderasi — terima kasih, komentar akan tampil setelah ditinjau (SLA 2×12 jam).