Luar Negerinews
Kerja Sama antara Suriah dan Pakistan Cukup untuk Mengakhiri Ancaman Keamanan dari Teroris Amerika dan Entitas Yahudi
Sebenarnya, demi keamanan siapa kerja sama ini dilakukan? Faktanya, bahwa “marsekal lapangan kesayangan” Trump bertemu dengan rezim sosok “pria tangguh” pilihan Trump, Ahmad al-Syara’, untuk bekerja sama mengamankan kepentingan AS, di tengah upaya AS meningkatkan tekanan terhadap Iran serta memutus hubungan Teheran dengan Poros Perlawanan di Lebanon, Yaman, dan Irak.
Kerja Sama antara“Menteri Luar Negeri Suriah beserta delegasinya menemui Marsekal Lapangan Syed Asim Munir Ahmed Shah ... Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai hal yang menjadi kepentingan bersama, situasi keamanan kawasan, serta langkah-langkah untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan keamanan bilateral.” (Hubungan Masyarakat Angkatan Darat Pakistan, Inter-Services Public Relations (ISPR) Pakistan, 21 Agustus 2026).
Sebenarnya, demi keamanan siapa kerja sama ini dilakukan? Faktanya, bahwa “marsekal lapangan kesayangan” Trump bertemu dengan rezim sosok “pria tangguh” pilihan Trump, Ahmad al-Syara’, untuk bekerja sama mengamankan kepentingan AS, di tengah upaya AS meningkatkan tekanan terhadap Iran serta memutus hubungan Teheran dengan Poros Perlawanan di Lebanon, Yaman, dan Irak. Itulah sebabnya tidak ada pertemuan mengenai kerja sama keamanan sebelum ini, bahkan ketika entitas Yahudi meruntuhkan rumah-rumah yang menimpa perempuan dan anak-anak di Gaza.
Lantas, apa yang harus menjadi fokus kerja sama keamanan di antara kaum Muslim? Ancaman keamanan yang nyata datang dari teroris Amerika dan Yahudi. Entitas Yahudi membom Suriah sembari memperluas pendudukan mereka atas Gaza. Pangkalan militer dan kapal perang AS terus menyerang satu demi satu negeri Islam. Tentu saja, kerja sama antara kaum Muslim di Suriah dan Pakistan sudah lebih dari cukup untuk mengakhiri ancaman keamanan dari pihak kafir yang memerangi mereka. Pakistan dapat memberikan payung nuklir bagi Suriah, sehingga angkatan bersenjata dan mujahidinnya dapat melancarkan serangan telak terhadap entitas Yahudi, sementara Suriah dapat membuka pangkalan udaranya untuk menerima pasukan Pakistan sebagai bala bantuan. Inilah kerja sama keamanan yang didambakan oleh umat Islam.
Hendaklah kaum Muslim Suriah dan Pakistan bersegera mendirikan Khilafah Rasyidah, serta bersegera melakukan amal kebaikan yang akan mendatangkan kekuatan dan keamanan bagi agama. Allah SWT berfirman:
﴿وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً﴾
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka sebagai penguasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai penguasa; dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; serta benar-benar akan mengubah rasa takut mereka menjadi rasa aman.” (TQS. An-Nur [24] : 55). (hizb-ut-tahrir.info, 24/8/2026).




Komentar
Memuat komentar…